PEMBELAJARAN DARING MELALUI E-LEARNING MADRASAH Di MASA NEW NORMAL Disusun oleh: Nama : Ahmad Yakub NIP: 197805022007101002 MTS HIDAYATUL ANAM JL. JAMBU NO. 1 RT.010/05 JATI PADANG PASAR MINGGU JAKARTA SELATAN 12540 ABSTRAK Pembelajaran merupakan suatu aktivitas yang membutuhkan usaha guru dan murid agar dapat mencapai suatu keberhasilan. Keberhasilan tersebut berupa perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan. Proses Pembelajaran terdiri atas pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring. Di masa new normal sekolah/madrasah menerapkan pembelajaran daring. Melalui pembelajaran daring di masa kebiasaan baru dapat dilakukan karena pemerintah belum bisa mengizinkan untuk belajar tatap muka. Oleh karena itu, Pembelajaran disubsitusi melalui pembelajaran daring dengan E-learning Madrasah. E-learning madrasah menjadi salah satu pilihan pembelajaran. E-learning Madrasah merupakan opsi pembelajaran yang dapat digunakan. Cara penggunaan yang mudah baik guru atau siswa. Aplikasi tersebut dapat menggunakan laptop/handpone/computer. Dengan e-learning tersebut, maka diharapkan siswa dan guru mampu untuk menjembatani pembelajaran tidak bisa dilakukan di kelas. Serta dengan e-learning, maka guru dan siswa dapat melakukan proses pembelajaran secara mandiri, sehingga diharapkan dapat mencapai tujuan kurikulum satuan pendidikan secara khusus, dan tujuan pendidikan nasional secara umum. Kata kunci; pembelajaran daring, E-learning madrasah BAB I PENDAHULUAN Kebiasaan baru (New Normal) yang sudah bergulir beberapa bulan, membuat berbagai lapisan masyarakat menjadi lebih berinovasi dan berkarya. Sama halnya guru, harus dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru, baik secara fisik, interaksi social maupun terkait dengan tugas guru. Tugas guru yang terkait dengan belajar dan mengajar. Masih belum dapat dilakukan dengan tatap muka, hal ini sesuai dengan edaran oleh pemerintah. Melalui SKB 4 menteri antara lain berbunyi: 1. tentang Satuan pendidikan dapat melalukan pembelajaran tatap muka. Menetapkan pembelajaran tatap muka pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 berdasarkan panduan sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Bersama ini. 2. Pemberian izin pelaksanaan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dilakukan oleh pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, dan/atau kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. 3. Pemberian izin pembelajaran tatap muka pada satuan pendidikan dilakukan secara serentak dalam satu wilayah provinsi/kabupaten/kota atau bertahap per wilayah kecamatan/desa/kelurahan. 4. Ketentuan pemberian izin pembelajaran tatap muka dikecualikan bagi pesantren dan pendidikan keagamaan lainnya. Dengan ketentuan tersebut mengharuskan seorang guru, melakukan hal yang baru dan melakukan hal yang luar biasa. Tentunya dengan sedikit pengethaun tentan ICT serta aplikasi baru yang cukup rumit serta kurang familiar alat tersebut. Maka guru diminta untuk belajar dan belajar kembali. Demikian juga dengan siswa dengan keterbatasan yang ada, mulai dari tidak punya handpone android, serta perangkat yang menunjang dan kouta yang terbatas. Padahal pembelajaran harus berjalan dan memenuhi target minimal. Maka mau tidak mau harus dilakukan, guna meraih keberhasilan belajar. Guru merupakan orang penting yang memberikan kemampuan pengetahuan, kemampuan sikap, dan kemampuan keterampilan. Ketiga kemampuan tersebut semestinya dapat diserap oleh semua siswa bahkan rekan kerjanya. Sebelum guru membelajarkan siswa, maka guru dapat mempersiapkan diri untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik. Hal ini sesuai dengan tugas dan fungsi guru yang tertera dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 dan pasal 52 Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang Guru,yakni : 1. Merencanakan pembelajaran; 2. Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu; 3. Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran; 4. Membimbing dan melatih peserta didik / siswa; 5. Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; 6. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok yang sesuai; dan 7. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjut Guru dan siswa merupakan mitra belajar yang bisa melakukan kolaborasi, melalui diskusi, sharing, dan lainnya. Semestinya diantara keduanya mampu memposisikan diri untuk dapat membelajarkan bersama dan memindahkan ilmu ke dalam diri dan siswanya. Tentunya sebagai guru diharapkan menjalankan tugas dengan baik, sesuai tupoksi guru. Namun, ada guru yang belum merasa bahwa guru harus bertanggung jawab atas prose pembelajaran. Guru harus mampu berdaptasi dengan keadaan apapun dan di manapun. Era industri 4.0 mengharapkan guru dan siswa untuk dapat menggunakan teknologi yang ada. mereka diharapkan mampu mengajar dan belajar secara digital. Pembelajaran daring melalui e-learning madrasah, menjadi solusi untuk dapat memberikan informasi, materi ajar yang dibutuhkan oleh siswa. Pada saat ini, proses pembelajaran belum bisa dilaksanakan secara tatap muka, Karena adanya pandemicnya covid 19. Guru dan siswa tidak diperkenankan untuk masuk sekolah. Mereka belajar dan mengajar dari rumah. Pada masa new normal, yang belum diperkenankan untuk tatap muka, sehingga dalam penyampaian materi terkendala oleh tempat, maka dapat dilakukan dengan e-learning. Baik lewat Classroom, schoologi, edmodo dan lainnya. Dengan berbagai macam bentuk e-learning, dengan segala kelebihan dan kekurangannya maka penulis mencoba untuk menulis artikel tentang Judul “Pembelajaran Daring dengan E-learning Madrasah di Masa New Normal”. BAB II PEMBELAJARAN DARING DENGAN E-LEARNING MADRASAH A. PEMBELAJARAN 1. Pengertian pembelajaran Secara sederhana pembelajaran adalah aktivitas menyampaikan informasi dari pengajar kepada pelajar. Menurut Azhar (dalam Albert Efendi Pohan,2020) adalah segala sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dan peserta didik. Pembelajaran dapat berlangsung apabila ada pendidik, peserta didik dan pengetahuan yang akan di sampaikan, melalui berbagai macam metode. Media belajar. Menurut Undang-undang nomor 20 tahun 2003 pembelajaran adalah proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik dan sumber belajar pada lingkungan suatu belajar. Pembelajaran dapat berlangsung apabila adanya pendidik dan peserta didik, sumber belajar serta lingkungan yang ada. Menurut Sagala ( dalam Alber Efendi Pohan, 2020) pembelajaran adalah membelajarkan siswa melalui asas pendidikan dan teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran membelajar siswa melalui asas pendidikan, dimana terjadi interaksi antara pendidik dan peserta didik untuk mencapai keberhasilan pendidikan Menurut Dimyati (dalam Muh. Suardi, 2018) Suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki oleh guru untuk mencapai tujuan kurikulum. Pembelajaran usaha sadar pelaku /guru untuk mencapai tujuan kurikulum setiap mata pelajaran. Berdasarkan pengertian pembelajaran yang dikemukan di atas pembelajaran maka penulis dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh seorang pendidik, untuk membelajarkan peserta didik dengan berbagai macam pengetahuan dan sumber belajar serta lingkungan dengan cara profesional untuk mencapai tujuan kurikulum. 2. Pembelajaran Daring Menurut Isman pembelajaran daring (dalam M. Suardi, 2018) adalah pemanfaatan jaringan internet dalam jaringan. Menurut Meidiwati, dkk (2019) pembelajran Daring adalah sebagai pendidikan formal yang diselenggarakan oleh sekolah yang peserta didik dan instrukturnya (guru) berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan antara keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalammnya. Pembelajaran daring dapat dilakukan dari mana dan kapan saja tergantung pada ketersediaan alat yang yang dipergunakan. Berdasarkan pengertian tersebut maka penulis dapat menyimupulkan bahwa pembelajaran daring adalah pembelajaran tanpa tatap muka, dengan menngunakan alat telekomunikasi atau alat elektronik yang apat berlangsung di mana dan kapan saja. B. Pembelajaran E-elearning Madrasah Beragam bentuk pembelajaran daring, Namun penulis menfokuskan pada e-learning madrasah. Sebab e-learning madrasah merupakan media pembelajaran daring yang baik, untuk dapat dilaksanakan di masa new normal sebab, di sana mencakup banyak hal diantaran, guru dapat menginput standar kompetensi, menentukan KKM, membuat RPP, menginput bahan ajar, memberi tugas dan menilai kepada siswa baik dengan Kompetensi Pengetahuan (K13) dan Kompetensi keterampilan (K14) dan Kompetensi social (K12) bagi wali kelas. Dan siswa dapat melihat nilai tugas yang sudah dikerjakan serta dapat melihat raport bagi siswa. 1. Pengertian E-learning Madrasah E-learning berasal dari huruf “e” (electronic) dan” learning” (pembelajaran). Dengan demikian elearning adalah pembelajaran yang menggunkan jasa elektronika. Secara umum definisi E-learning adalah pengiriman materi pembelajaran melalui suatu media elektronik seperti internet, intranet/extranet, satelit broadcast, audio/vedio tape, interactive TV, CD-ROM dan Computer Bassed Training (CBT) secara lebih fleksibel demi mendukung pembelajaran dan penilaian. Sedang secara khusus E-learning adalah sebagai pemanfaatan teknologi internet untuk mendistribusikan materi pembelajaran sehingga siswa dapat mengakses dari mana saja. Menurut Derek stockley ( dalam UWES A, Chaeruman: 2020) e-learning adalah rangkaian proses pembelajaran, pelatihan, atau pendidikan dengan menggunakan sarana elektronik seperti computer atau alat elektronik lain seperti telepon genggam dengan berbagai cara untuk mmeberikan pelatihan, pendidikan atau bahan ajar. Menurut Som Naidu (Dewi Salma Prawira Dilaga;2020), E-learning adalah Penggunaan secara sengaja jaringan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan pengertian di atas maka E-learning madrasah adalah penggunaan jaringan internet untuk pelatihan, pembelajaran dan penilaian serta pendidikan yang terjadi antara guru dan murid di mana saja yang digunakan di madrasah. 2. Fitur E-learning Madrasah Umar merinci, ada tiga fitur unggulan dalam e-Learning Madrasah. Pertama ada Kelas Online, fitur ini berisi konten pembelajaran, pembuatan standar kompetensi, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Selain itu, ada juga mengenai materi pembelajaran, jurnal guru, pengolahan penilaian harian, ujian berbasis komputer (CBT) dan pengolahan nilai rapor. Kedua, ada Guru Berbagi, Umar mengatakan, fitur ini disediakan untuk para guru madrasah untuk saling berbagi informasi dan kreativitasnya. Cara berbagi informasinya pun cukup dengan mengunggahnya saja melalui aplikasi. Selain itu, disediakan juga fasilitas komentar dan menyukai sebagai sarana interaksi para guru. Fitur ketiga yakni Forum Komunitas Madrasah, di sini para siswa dan guru bisa saling berinteraksi membuka forum diskusi. "e-Learning Madrasah dibuat senyaman mungkin bagi para pengguna agar mampu menarik semangat belajar dengan mudah, cepat dimanapun dan kapanpun," katanya. sebagaimana fitur elearning madrasah antara lain: 1. Fitur membuat kelas, fitur ini memungkinkan guru membuat kelas, sesuai dengan kelas dan mata pelajaran yang diampu masing-masing 2. Fitur KI /KD, Fitur ini memasukan komptensi Inti/ standar kompetensi, kumpulan kompetensi yang diajarkan pada mata pelajaran 3. Fiitur membuat kriteria ketuntasan minimal (KKM), fitur ini membuat KKM dengan mudah, sesuai dengan standar kompetensi yang sudah diinput 4. Fitur membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), fitur ini memudahkan guru untuk mmebuat RPP satu lembar 5. Fitur bahan ajar, fitur ini dapat digunakan oleh guru untuk dapat mengupload materi abahan ajar, bisa vedio artikel, ppt, youtube dan lainnya. 6. Fitur jurnal, fitur ini guru dapat mengisi jurnal siswa secara tepat sasaran 7. Fitur Absensi kelas. Fitur ini guru dapat mengetahui siapa yang hadir dan yang tidak hadir dalam pembelajaran 8. Fitur penilaian, fitur ini dapat memudahkan guru untuk memberikan tugas dan menilainya secara langsung. Fitur tersebut dapat pula di lihat di youtube dengan link sebagai berikut: C. Cara mengunakan e-learning madrasah Untuk menggunakan e-learning madrasah, perlu belajar dengan baik. Pada artikel ini akan dipaparkan menenai penggunaanan elearning bagi guru dan siswa 1. Cara menggunakan e-learning madrasah bagi guru Untuk dapat menggunakan eleaning, maka guru dapat menggunakan laptop atau handpone. Tetapi yang paling baik menggunakan laptop, karena tulisannya besar dan lainnya. Untuk membuka e-learning madrasah cukup dengan mengklik linknya, lalu masukan user dan pasword, lalu klik e-elearning. Maka muncul lah fitur-fiturnya. Langkah –langkahnya sebagai berikut: 1. Membuat kelas, misalnya kelas 7 sampai dengan kelas 9 sesuaikan dengan rombelnya 2. Mengabungkan siswa ke dalam kelas masing-masing 3. Menginput kompetensi Inti/ Kompetensi Dasar 4. Mengklik Kriteria ketuntasan minimal (KKM) 5. Menginput Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 6. Menginput Bahan ajar yang sudah dibuat 7. Menginput tugas kepada siswa, baik penilaian pengetahuan, keterampilan, tugas pun sesuai dengan jam dan tanggalnya 8. Dapat membuat penilaian harian online dengan CBT (Computer Based Test) 9. Absen guru, Guru dapat langsung absen online 10. Mengisi jurnal, jurnal mencatat keadaan siswa. Perilaku selama pembelajara n Gambar 1 fitur e-learning bagi guru 2. Cara menggunakan e-learning madrasah bagi siswa Ketika siswa akan melakukan pembelajaran mandiri, dengan e-learning madrasah, maka sebelumnya siswa sudah mengethaui user dan paswordnya masing-masing. Langkah-lang berikut ini: 1. Silahkan login dengan menggunakan user dan password 2. Lalu lihat kompetensi yang sudah diberikan guru mata pelajaran 3. Melihat criteria ketuntasan minimal, sebagai acuan untuk menargetkan berapa nilai yang akan dicapai pada pemeblajaran. 4. Melihat RPP yang sudah dibaut oleh guru satu kali pertemuan, sehingga siswa dapat mengetahui tujuan mempelajari materi 5. Melihat bahan ajar yang sudah diberikan guru, baik berupa vedio, ppt, artikel, atau youtube dan lainnya. Sehingga siswa dapat memahami dan dapat mengerjakan tugas dengan baik 6. Melihat absen, dengan cara klik absen maka siswa akan secara otomastis hadir dalam pertemuan 7. Melihat tugas k13, apakah guru memberikan tugas tersebut atau tidak 8. Melihat juga k14, apakah guru memberikan tugas k14 atau tidak 9. Melihat kalender pendidikan, kapan diadakan ulangan harian PAS, PAT dan Ujian CBT 10. Melihat forum, dapat digunakan untuk komunikasi, bertanya atau menjawab pertanyaan guru dan lainya. Gambar 2 fitur e-learning bagi siswa D. Fungsi dan Manfaat e-learning madrasah Menurut Yaniawati (dalam Lidia Simanuhuruk,dkk) e-learning memiliki fungsi dalam suplemen, komplemen, dan substitusi, 1. Fungsi suplemen (tambahan), peserta didik bisa memilih untuk menggunakan atau tidak menggunakan elearning. Atau dengan kata lain peserta didik tidak wajibkan untuk mengakses materi elearning. 2. Fungsi komplemen (pelengkap) Pengajar dapat melengkapi materi ajar yang belum disampaiakn di kelas menggunakan elearning. Selain iitu juga dapat digunakan untuk pengayaan dan remedial peserta, setelah guru melakukan pembelajaran di kelas. 3. Substitusi (pengganti) Model kegiatan pembelajaran konvensional (dilakukan di kelas dan tatap muka secara utuh), dapat disimpan dengan menggunakan intemet. Pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan intemet yang bertujuan untuk membuat peserta didik melakukan pembelajaran sesuai dengan waktu, aktivitas dan kondisi mereka (fleksibel). Beberapa fungsi e-learning dalam pembelajaran dapat diketahui dari hasil wawancara dan isi angket yang diberikan kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan peserta didik kelas XI IPA I dan IPA II yang berada di SMA Negeri Bali Mandara. Hasil wawancara dan angket tersebut adalah bahwa 63,63% peserta didik setuju dan 36,36% menyatakan sangat setuju jika penggunaan e-larning berfungsi sebagai suplemen atau tambahan dalam pembelajaran tatap muka untuk memperkaya pengalaman belajar. Sebanyak 40,90% peserta didik menyatakan setuju dan 56,81% menyatakan sangat setuju jika e- leaming dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat berfungsi sebagai pelengkap yaitu untuk melengkapi pembelajaran tatap muka seperti penggunaan video online untuk memudahkan peserta ddik memahami materi pelajaran. Ada 56,81% peserta didik setuju dan 29,54% menyatakan sangat setuju jika e-learning berfungsi sebagai pengganti dalam pembelajaran bahasa Indonesia (Darmika dkk., 2019). Pembelajaran dengan menggunakan e-learning memberikan manfaat seperti mempermudah memberikan informasi yang berhubungan dengan pelajaran dan juga kebutuhan pengembangan diri peserta didik, berinteraksi pengajar dengan peserta didik, maupun antara peserta didik yang satu dengan peserta didik lainnya. Peserta didik dapat mengakses dengan mudah materi ajar, dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Selain itu peserta didik juga dapat mengakses soal-soal ujian dengan mudah dan mengerjakannya dalam rentang waktu yang ditetapkan (Yaniawati, 2010). Menurut Meidawati, dkk (2019) manfaat pembelajaran yang berani belajar dapat membangun komunikasi dan diskusi yang sangat efisien bagi guru dengan murid, kedua siswa saling A dan berdiskusi antara siswa yang satu dengan yang lainnya tanpa melalui guru, ketiga dapat memudahkan interaksi antara siswa guru, dengan orang tua, keempat sarana yang tepat untuk ujian atau kuis, kelima guru dapat dengan mudah memberikan materi kepada siswa berupa gambar dan video selain itu murid juga dapat mengunduh bahan ajar tersebut, keenam dapat memudahkan guru membuat soal dimana saja dan kapan saja tanpa batas. Pembelajaran ini juga memberikan metode pembelajaran yang efektif, seperti dengan adanya umpan balik terkait, menggabungkan kegiatan dengan belajar mandiri, personalisasi pembelajaran berdasarkan kebutuhan siswa yang menggunakan simulasi dan permainan (Ghirardini, 2011). Pembelajaran Daring juga dapat mendorong siswa tertantang dengan hal-hal baru yang mereka peroleh selama proses belajar, baik teknik interaksi dalam pembelajaran maupun penggunaan media-media pembelajaran yang beraneka ragam. Siswa juga secara otomatis, tidak hanya belajar materi yang diberikan guru, belajar cara belajar itu sendiri. (dalam Albert: 2020) E. Kelebihan dan Kekurangan E-learning Madrasah Penggunaan e-learning dalam pendikan banyak memiliki kelebihan, kelebihan tersebut yaitu, (Tjokro,2013) 1. Peserta didik dapat lebih cepat memahami materi bahan ajar karena e-learning memamaki multimedia seperti gambar, teks, animasi, suara dan vedio 2. Lebih efektif dalam hal biaya yang berarti peserta didik tidak perlu ked gedung sekolah karena dapat dilakuakn dimana saja dan kapan saja, dan lebih murah untuk diperbanyak. 3. Lebih efesien karena tidak memerlukan formalitas kelas, materi ajar dapat langsung dipelajari 4. Materi ajar dapat dikuasai sesuai dengan kondisi peserta didik seperti semangat dan daya serap peserta didik, bisa dimonitor dan bisa diuji d3engan e-test Menurut Gavrilova dkk, 2006 yang menjadi kelemahan e-learning adalah dibutuhkan peralatan tambahan untuk menunjang proses pembelajaran seperti monitor, computer, keyboard dan lain sebagainya. Menurut Efendi (2008) menyebutkan kekurangan dalam penggunaan e-learning, yaitu: 1. Interaksi tatap juka yang terjadi antara peserta didik dengan pengajar menjadi minim 2. Pembelajaran lebih cenderung ke pelatihan, bukan pendidikan. 3. Aspek bisnis atau komersil menjadi lebih berkembang dari pada aspek social dan akademik 4. Pengajar dituntut untk lebih menguasai teknik pembelajaran dengan ICT. 5. Belum meratanya fasilitas internet yang tersedia ditempat yang bermasalh dengan listrik, telepon dan computer 6. Sumber daya manusia yang dapat mengoperasikan computer masih kurang 7. Bahasa computer yang belum dikuasai 8. Perasaaan terisolasi yang terjadi pada peserta didik 9. Terjadinya variasi kualitas dan akurasi informasi oleh sebab itu diperlukan panduan pada saat menjawab pertanyaan 10. Kesulitan mengakses grafik, gambar dan vedio karena peralatan yang dipakai tidak mendukiung sehingga menyebabkan peserta didik menjadi frustasi BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN 1. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang interaksinya kapan saja dan di mana saja. Pembelajaran ini dapat menggunakan e-learning, internet, edmodo dan lainnya 2. Elearning merupakan pembelajaran yang menggunakan berbagai macam elektronika seperti pengiriman materi pembelajaran melalui suatu media elektronik seperti internet, intranet/extranet, satelit broadcast, audio/vedio tape, interactive TV, CD-ROM dan Computer Bassed Training (CBT) 3. Cara menggunakan e-learning terbagi menjadi dua sebagai guru dan sebagai siswa. Cara menggunakan sangat mudah, sesuai dengan fitur masing-masing. Ada fitur untuk melihat KD, KKM, Bahan ajar, dan Tugas, serta absen. Dapat mengunakan laptop atau handpone 4. Elearning madrasah memberikan manfaat pada guru dan siswa yang kesulitan dalam pemeblajaran tatap muka. Sebab e-learning bisa dimanfaatkan untuk tambahan pembelajaran, pelengkap pemebelajaran dan pengganti pembelajaran jika waktu dan temapat yang yang dimungkinkan untuk tatap muka. 5. E-learning madrasah memiliki kelebihan dalam tugas guru. Guru dapat menyelesaikan tugas dengan tertib dan baik serta dapat menjadikan kemudahan untuk membuat adminitrasi pembelajaran, dapat menghemat penilaian serta menghemat biaya. Misalnya penilaian harian, yang biasanya menggunakan kertas, kertas tidak terpakai lagi. Semua berbasis IT. Dan masih banyak keuntungan lain. B. Saran-saran 1. Bagi siswa, agar siswa diharapkan untuk dapat memanfaatkan e-learning madarsah menjadi solusi pembelajaran saat ini 2. Bagi Guru, agar guru senantiasa dapat menggunakan aplikasi ini, walaupun ada kekurangan di sana sini, baik pengguna guru atau siswa. 3. Bagi Kemenag, Untuk dapat memberikan kontribusi “Mou “terhadap e-learning Madrasah. Ternyata e-learning madrasah tidak gratis. dan ke depan madrasah, semua adminitrasi berbasis IT, sesuai dengan arahan kepala kantor Kementerian Agama. Agar madrasah mampu exist menjadi madrasah hebat dan bermartabat serta berkonrtribusi dalam menjaga kebhinekaan. DAFTAR PUSTAKA Pohan, Albert Efendi, Konsep Pembelajaran Daring berbasis pendekatan Ilmiah, Grobogan: Sarni Untung, 2020, cet pertama Suardi, Muh, Belajar dan Pembelajaran, Yogyakarta: deepublish, 2018 Prawira Dilaga. Dewi Salma, Mozaik tekhnologi pendidikan, Jakarta: Fajar Intra Pratma Mandiri, 2016 https://news.detik.com/berita/d-4942280/madrasah-kini-miliki-e-learning-apa-saja-fiturnya/2 Mastuti, Rini dkk., Teaching From Home, dari Belajar m Merdeka menuju Merdeka Belajar, Jakarta: Yayasan kita menulis, 2020

Komentar